Latar Belakang
Kelurahan Kebondalem adalah salah satu kelurahan di Kota Kendal Jawa Tengah. Kelurahan Kebondalem memiliki letak yang strategis karena dapat diakses melalui jalan‐jalan utama, diantaranya Jalan Pemuda, Jalan Soekarno Hatta, maupun Jalan Tentara Pelajar. Selain itu letaknya dekat dengan pusat pemerintahan Kecamatan dan Kabupaten Kendal, yaitu sekitar 0,5 km.
Dengan Rata-rata warga berpendidikan SMP dan SMU, banyak masyarakat Kelurahan Kebondalem Kecamatan Kota Kendal yang masih tertinggal baik dari segi pengetahuan dan pendidikannya. Usaha untuk mengejar ketertinggalan itu adalah dengan mendirikan Taman Baca di Bantaran Kali Reyeng, yang tujuannya untuk membantu masyarakat mendapatkan ilmu pengetahuan. Dengan pengetahuan diharapkan masyarakat menjadi lebih mudah beradaptasi dalam kehidupan saat ini. Ilmu pengetahuan bisa berkembang dengan cepat dengan adanya teknologi.
Dengan budaya membaca dan dipadukan dengan pelatihan keterampilan dan kecakapan, masyarakat yang sebagian besar adalah berlatar belakang sebagai petani dan peternak akan bisa meningkatkan produktifitas hasil usahanya. Oleh karena itulah Taman Baca Kali Reyeng diperlukan adanya penambahan buku-buku yang bermanfaat bagi warga.
Tujuan
Tujuan dari proposal pengajuan pengadaan dan penambahan buku di Taman Baca Kali Reyeng adalah :
1. Menggalakkan budaya membaca di kalangan masyarakat.
2. Menbuka cakrawala dunia dengan menambah pengetahuan mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.
3. Menambah pengetahuan di bidang teknologi.
4. Meningkatkan keterampilan dan kecakapan dalam berusaha (beternak, bertani, wirausaha) sehingga dapat meningkatkan taraf hidup perekonomian warga.
Sasaran
Pengguna fasilitas umum gratis ini adalah semua warga Masyarakat Kelurahan Kebondalem Khususnya dan warga masyarakat Kendal pada umumnya.
Lokasi
Lokasi Taman Baca Kali Reyeng adalah di kawasan bangunan semi Permanen Pedestrian Kali Reyeng Kelurahan Kebondalem. Sebagai Fasilitas umum, lokasi ini mudah dijangkau oleh masyarakat.
Sebelumnya lokasi ruang baca terletak di kelurahan kebondalem dengan fasilitas buku dan prasarana yang sangat terbatas. Dengan bantuan pendanaan dari pemerintah lewat Program PNPM Mandiri perkotaan maka dibangunlah fasilitas umum “Taman Baca Kali Reyeng” Untuk lebih memudahkan warga masyarakat umum mengakses buku-buku pengetahuan maka lokasi ruang baca dipindah di Taman Baca Kali Reyeng. Dengan demikian siapapun dapat mengakses fasilitas di Taman Baca dengan mudah.
RENCANA ANGGARAN DANA PENGUATAN TAMAN BACA KALI REYENG
No. Uraian Kegiatan Volume Satuan Harga Satuan Total Dana
1 Penambahan Koleksi Buku-buku / Referensi :
a. Buku-buku Keterampilan
* Buku Pertanian 25 Judul Rp30.000 Rp750.000
* Buku Peternakan 25 Judul Rp30.000 Rp750.000
* Buku Resep Makanan 10 Judul Rp30.000 Rp300.000
* Buku Perikanan 20 Judul Rp30.000 Rp600.000
* Buku Teknologi Tepat Guna 20 Judul Rp30.000 Rp600.000
* Buku Kerajinan dan keterampilan 25 Judul Rp30.000 Rp750.000
* Buku Otomotif 20 Judul Rp30.000 Rp600.000
* Buku Komputer dan internet 20 Judul Rp30.000 Rp600.000
* Buku Pertukangan 10 Judul Rp30.000 Rp300.000
* Buku Kewirausahaan 5 Judul Rp30.000 Rp150.000
b. Buku-buku Cerita Fiksi :
* Bacaan Anak-anak 40 Judul Rp25.000 Rp1.000.000
* Bacaan Remaja 20 Judul Rp25.000 Rp500.000
* Novel (Karya Sastra) 20 Judul Rp40.000 Rp800.000
c. Buku-buku Pengetahuan :
* Buku Kamus Bhs. Inggris - Indonesia 5 Exp Rp50.000 Rp250.000
* Buku Agama 10 Judul Rp30.000 Rp300.000
* Buku Pelengkap Pelajaran 25 Judul Rp30.000 Rp750.000
* Pengetahuan Umum 30 Judul Rp35.000 Rp1.050.000
d. Tabloid / Majalah :
* Anak-anak 10 Judul Rp20.000 Rp200.000
* Remaja 10 Judul Rp20.000 Rp200.000
* Umum 10 Judul Rp30.000 Rp300.000
* Kewirausahaan 5 Judul Rp20.000 Rp100.000
2 Pengadaan Sarana Dan Prasarana
* Pembelian Rak Buku 2 unit Rp850.000 Rp1.700.000
* Pembelian Meja Baca 2 unit Rp500.000 Rp1.000.000
* Pembelian Kursi Baca 15 unit Rp50.000 Rp750.000
* Pembelian Komputer 1 unit Rp5.000.000 Rp5.000.000
* Pembelian papan rusuk dinding Koran 1 unit Rp700.000 Rp700.000
JUMLAH : Rp20.000.000
Pengelola
Pengelola dari Taman Baca ini adalah warga masyarakat yang dinaungi oleh BKM Sejahtera Mandiri. BKM SEJAHTERA MANDIRI Kelurahan Kebondalem berdiri sejak tahun 2003 beranggotakan 11 Orang membawahi UPS, UPE, UPL dan 1 Sekretaris BKM dengan Akta Notaris Werdi Lestari, S.H. Nomor 25 tanggal 15 Agustus 2003. BKM Periode 2006-2009 tercatat dengan Akta Notaris Makin Amin,S.H. Nomor 18 tanggal 9 April 2007. Periode 2010 – 2012 dengan akta notaries Tintin Sriyantini. S.H. Nomor 05 tanggal 21 April 2010.
Sejak berdiri pada tahun 2003, BKM Sejahtera Mandiri telah melayani masyarakat miskin terkait dengan penyelesaian masalah di bidang Sosial, Ekonomi dan Lingkungan. BKM melakukan kemitraan dengan berbagai pihak baik dari instansi pemerintah, swasta dan kelompok peduli lainnya untuk menyelesaikan semua permasalahan yang ada.
Pada tahun 2008 BKM Sejahtera Mandiri mendapatkan kepercayaan dari pemerintah pusat menjadi salah satu lokasi dari 18 lokasi di seluruh Indonesia sebagai PILOT PROJECT program Pengembangan Lingkungan Permukiman Berbasis Komunitas/Neighbourhood Development (PLP-BK/ND) PNPM Mandiri Perkotaan.
Program Pengembangan Lingkungan Permukiman Berbasis Komunitas/Neighbourhood Development (PLP-BK/ND) PNPM Mandiri Perkotaan di Kelurahan Kebondalem sudah berjalan 1 tahun. Berbagai kegiatan telah dilaksanakan oleh masyarakat sebagai bagian dari proses perencanaan partisipatif dalam rangka mewujudkan lingkungan permukiman yang lebih baik dan tertata telah selesai dilaksanakan dengan menghasilkan dokumen perencanaan yaitu Rencana Penataan Lingkungan Permukiman (RPLP) dan Rencana Tindak Penataan Permukiman Lingkungan (RTPLP)
Penutup
Proses kemandirian masyarakat dalam berkehidupan baik dari sisi ekonomi, social dan lingkungan dengan indicator tumbuhnya jiwa-jiwa enterpreunership, tanggap terhadap kondisi masyarakat sekitarnya serta sadar akan pentingnya memelihara kesehatan lingkungan merupakan bagian tak terpisahkan dalam upaya membangun bangsa menuju bangsa yang madani.
Demikian hal-hal yang dapat kami sampaikan sebagai gambaran rencana Pengembangan Taman Baca Kali Reyeng, semoga dapat bermanfaat dan dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan.
Kelurahan Kebondalem - Kecamatan Kota Kendal Pengembangan Kawasan Permukiman Berbasis komunitas Pemberdayaan Masyarakat
Wednesday, July 28, 2010
Thursday, July 22, 2010
Program Penanggulangan Kemiskinan di Perkotaan
Kemiskinan merupakan masalah yang sangat kompleks, tidak hanya sekedar persoalan finansial semata. Menyikapi hal tersebut Pemerintah berupaya untuk mengatasi masalah kemiskinan ini dengan berbagai macam program Penanggulangan Kemiskinan salah satunya P2KP (Program Penanggulangan Kemiskinan di Perkotaan) yang sekarang dikenal dengan nama PNPM Mandiri Perkotaan. Kelurahan Kebondalem Kecamatan Kota Kendal merupakan salah satu lokasi sasaran P2KP sejak tahun 2003 dengan dibentuknya lembaga yang mengelola penanggulangan kemiskinan di kelurahan tersebut yang dnamakan BKM.
BKM SEJAHTERA MANDIRI Kelurahan Kebondalem berdiri pada tahun 2003 beranggotakan 11 Orang membawahi UPS, UPE, UPL dan 1 Sekretaris BKM dengan Akta Notaris Werdi Lestari, S.H. Nomor 25 tanggal 15 Agustus 2003. BKM Periode 2006-2009 tercatat dengan Akta Notaris Makin Amin,S.H. Nomor 18 tanggal 9 april 2007.
Awal mula berdirinya BKM dengan support dana (BLM) dari Pemerintah yang hanya sekitar 100 juta rupiah membuat masyarakat sepakat untuk mengoptimalkan pengalokasian dana guna menyelesaikan masalah yang ada secara berkelanjutan . dimana BLM tersebut diposisikan benar-benar sebagai dana stimulan, merangsang kepedulian masyarakat terhadap permasalahan yang ada terkait penanggulangan kemiskinan.
Pada tahun 2008 BKM Sejahtera Mandiri mendapatkan kepercayaan dari pemeriintah pusat menjadi lokasi PILOT PROJECT program PL PBK/Neighbourhood Development (ND) dengan BLM 1 Milyar untuk Pengembangan Pemukiman Kelurahan. Program tersebut diberikan bagi BKM-BKM yang telah BERDAYA menuju MANDIRI.
Proses Pengembangan Lingkungan Pemukiman Berbasis Komunitas (PL PBK/ND) dimaksudkan untuk mewujudkan tatanan masyarakat yang hidup secara harmonis dalam lingkungan yang aman, tertib, sehat, selaras dan lestari dengan menjunjung nilai-nilai budaya local. Pelibatan seluruh komponen masyarakat tanpa terkecuali anak-anak diharapkan mampu mewujudkan tatanan kehidupan masyarakat menjadi lebih tertata dan maju.
Pada tahap perencanaan ini BKM dengan TIPP-nya bersama masyarakat dengan dukungan pemerintah, stakeholder dan kelompok peduli menyusun Rencana Pengembangan Pemukiman yang menjadi Impian dan kebutuhan masyarakat kebondalem melalui serangkaian kegiatan Perencanaan. Hasil akhir PL PBK/ND sampai pada tahap Perencanaan Pengembangan Pemukiman menghasilkan 3 Rencana Besar Pengembangan Pemukiman sebagai berikut:
1. Kawasan pusat aktivitas
2. Pengembangan ruang terbuka (plaza) di kawasan stadion
3. Penataan daerah saluran irigasi Kali Reyeng
4. Pengembangan rumah susun sewa (RUSUNAWA)
5. Pengembangan Jl. Tentara Pelajar dan lingkungan di sekitarnya
6. Jl. Tentara Pelajar sebagai pintu gerbang ke Kawasan Kebondalem
7. Pengembangan kampung wisata
Pengembangan wilayah direncanakan untuk menuju ke Kebondalem yang BERIDENTITAS ( Berkarya, Indah, Dedikasi, Nyaman, Tertib, Tertata, Aman dan Sehat ).
BKM SEJAHTERA MANDIRI Kelurahan Kebondalem berdiri pada tahun 2003 beranggotakan 11 Orang membawahi UPS, UPE, UPL dan 1 Sekretaris BKM dengan Akta Notaris Werdi Lestari, S.H. Nomor 25 tanggal 15 Agustus 2003. BKM Periode 2006-2009 tercatat dengan Akta Notaris Makin Amin,S.H. Nomor 18 tanggal 9 april 2007.
Awal mula berdirinya BKM dengan support dana (BLM) dari Pemerintah yang hanya sekitar 100 juta rupiah membuat masyarakat sepakat untuk mengoptimalkan pengalokasian dana guna menyelesaikan masalah yang ada secara berkelanjutan . dimana BLM tersebut diposisikan benar-benar sebagai dana stimulan, merangsang kepedulian masyarakat terhadap permasalahan yang ada terkait penanggulangan kemiskinan.
Pada tahun 2008 BKM Sejahtera Mandiri mendapatkan kepercayaan dari pemeriintah pusat menjadi lokasi PILOT PROJECT program PL PBK/Neighbourhood Development (ND) dengan BLM 1 Milyar untuk Pengembangan Pemukiman Kelurahan. Program tersebut diberikan bagi BKM-BKM yang telah BERDAYA menuju MANDIRI.
Proses Pengembangan Lingkungan Pemukiman Berbasis Komunitas (PL PBK/ND) dimaksudkan untuk mewujudkan tatanan masyarakat yang hidup secara harmonis dalam lingkungan yang aman, tertib, sehat, selaras dan lestari dengan menjunjung nilai-nilai budaya local. Pelibatan seluruh komponen masyarakat tanpa terkecuali anak-anak diharapkan mampu mewujudkan tatanan kehidupan masyarakat menjadi lebih tertata dan maju.
Pada tahap perencanaan ini BKM dengan TIPP-nya bersama masyarakat dengan dukungan pemerintah, stakeholder dan kelompok peduli menyusun Rencana Pengembangan Pemukiman yang menjadi Impian dan kebutuhan masyarakat kebondalem melalui serangkaian kegiatan Perencanaan. Hasil akhir PL PBK/ND sampai pada tahap Perencanaan Pengembangan Pemukiman menghasilkan 3 Rencana Besar Pengembangan Pemukiman sebagai berikut:
1. Kawasan pusat aktivitas
2. Pengembangan ruang terbuka (plaza) di kawasan stadion
3. Penataan daerah saluran irigasi Kali Reyeng
4. Pengembangan rumah susun sewa (RUSUNAWA)
5. Pengembangan Jl. Tentara Pelajar dan lingkungan di sekitarnya
6. Jl. Tentara Pelajar sebagai pintu gerbang ke Kawasan Kebondalem
7. Pengembangan kampung wisata
Pengembangan wilayah direncanakan untuk menuju ke Kebondalem yang BERIDENTITAS ( Berkarya, Indah, Dedikasi, Nyaman, Tertib, Tertata, Aman dan Sehat ).
PEMASARAN SOSIAL KEBONDALEM NOTO DESO

Proses setelah perencanaan adalah pemasaran perencanaan atau gagasan adalah hal baru di dunia pemasaran itu sendiri. Pengertian dari pemasaran menurut Philip Kottler adalah upaya memuaskan kebutuhan dan keinginan manusia melalui kegiatan tukar menukar atau jual beli. Pemasaran mempunyai prinsip 4P yaitu product (produk), pricing (harga), place (tempat), promotion (promosi). Akan tetapi untuk pemasaran gagasan ini, atau biasa kita sebut dengan pemasaran sosial. Pemasaran sosial didefiniskan sebagai sebuah proses untuk mengubah perilaku manusia pada skala luas dengan menggunakan prinsip-prinsip marketing yang bertujuan untuk keuntungan sosial daripada keutungan komersial (W Smith, Academy for Educational Development). Rumusan 4P pemasaran komersil ditambahkan dengan 2P yaitu partnership (kemitraan) dan policy (kebijakan).
Perbedaan mendasar antara pemasaran komersial dan pemasaran sosial adalah pemasaran sosial menargetkan keinginan masyarakat untuk memperbaiki atau meningkatkan kualitas hidup mereka. Oleh karena itu partnership dan policy ditambahkan pada rumusan sosial marketing karena kemitraan menjadi tujuan organisasi dan tidak ada artinya upaya mengubah perilaku jikalau tidak dilakukan upaya untuk mendorong tersusunnya kebijakan.
Konsep penataan lingkungan berbasiskan komunitas adalah hal yang relative masih awal di Indonesia. Oleh karena itu Project PLPBK / Neighborhood Development (ND) adalah Pilot di 18 lokasi se-Indonesia. Gagasan tentang PLPBK ini perlu dipasarkan agar membumi dan meluas.. Menilik dari konsep pemasaran sosial yang menitikberatkan pada memasarkan gagasan untuk perubahan perilaku menuju kualitas hidup yang lebih baik maka pemasaran sosial ini menjadi ruh dari pemasaran PLPBK/ND. Pemasaran sosial yang digagas dalam pemasaran project PLPBK/ND ini mempunyai dua titik tekan yaitu pemasaran internal dan eksternal. Pemasaran internal berarti memasarkan gagasan dikalangan masyarakat Kebondalem. Membuat masyarakat Kebondalem sebagai brand ambassador bagi produk perencanaan yang telah dihasilkan oleh mereka sendiri. Pemasaran ekternal adalah memasarkan gagasan yang sudah tersusun sebagai rencana penataan lingkungan permukiman (RPLP) ini ke masyarakat luas, instansi pemerintah, perusahaan Negara (BUMN), perusahaan swasta, lembaga swadaya masyarakat (LSM) maupun lembaga pendidikan (perguruan tinggi).
Wednesday, July 21, 2010
SENTRA PENGHASIL MANGGA
Pemanasan global dapat meningkatkan factor resiko penyakit yang dapat mengancam kesehatan manusia. Pemicu utama pemanasan global adalah meningkatnya emisi gas karbon, akibat dari penggunaan energy fosil (BBM, Batubara, dan sejenisnya). Daerah yang dapat menjadi penetral panas adalah daerah katulistiwa atau daerah yang masih banyak memiliki hutan tropis diantaranya : Indonesia, Brazil, dan Afrika Tengah.
Pembangunan berkelanjutan tidak hanya membangunan untuk kepentingan saat ini saja tapi juga memperhatikan keberlanjutan bagi anak cucu manusia. Seiring dengan itu pula warga Kebondalem Kendal mengharapkan pembangunan yang bermanfaat dan berkelanjutan. Sentra Mangga menjadi salah satu perencanaan pembangunan di kawasan Kali Reyeng. Selain sebagai penghijauan untuk mengurangi efek gas rumah kaca juga manjadi salah satu penghasilan untuk meningkatkan taraf perekonomian warga.
Mangga merupakan tanaman buah tahunan berupa pohon yang berasal dari negara India. Tanaman ini kemudian menyebar ke wilayah Asia Tenggara termasuk Malaysia dan Indonesia. Buah mangga yang matang merupakan buah meja yang banyak digemari. Mangga yang muda dapat diawetkan dengan kadar gula tinggi menjadi manisan baik dalam bentuk basah atau kering.
Daerah Kelurahan Kebondalem Kabupaten Kendal adalah wilayah dataran rendah dengan musim kering. Lokasi yang dipakai adalah tanah dengan pengairan yang cukup disepandan Kali. Kondisi ini sangat cocok untuk tanaman mangga yang hidup di daerah dengan musim kering selama 3 bulan. Masa kering diperlukan sebelum dan sewaktu berbunga. Jika ditanam di daerah basah, tanaman mengalami banyak serangan hama dan penyakit serta gugur bunga/buah jika bunga muncul pada saat hujan.
Dengan eksisting lokasi seluas 1300x6 meter persegi bibit yang dibutuhkan adalah sebanyak 245 bibit tanaman dengan jarak tanam 8 meter(zigzag).
Kirimkan donasi anda berupa bibit pohon, pupuk, atau pendanaan untuk mensukseskan program penanaman 1 milyar pohon dan program pengembangan buah-buahan Indonesia
Pembangunan berkelanjutan tidak hanya membangunan untuk kepentingan saat ini saja tapi juga memperhatikan keberlanjutan bagi anak cucu manusia. Seiring dengan itu pula warga Kebondalem Kendal mengharapkan pembangunan yang bermanfaat dan berkelanjutan. Sentra Mangga menjadi salah satu perencanaan pembangunan di kawasan Kali Reyeng. Selain sebagai penghijauan untuk mengurangi efek gas rumah kaca juga manjadi salah satu penghasilan untuk meningkatkan taraf perekonomian warga.
Mangga merupakan tanaman buah tahunan berupa pohon yang berasal dari negara India. Tanaman ini kemudian menyebar ke wilayah Asia Tenggara termasuk Malaysia dan Indonesia. Buah mangga yang matang merupakan buah meja yang banyak digemari. Mangga yang muda dapat diawetkan dengan kadar gula tinggi menjadi manisan baik dalam bentuk basah atau kering.
Daerah Kelurahan Kebondalem Kabupaten Kendal adalah wilayah dataran rendah dengan musim kering. Lokasi yang dipakai adalah tanah dengan pengairan yang cukup disepandan Kali. Kondisi ini sangat cocok untuk tanaman mangga yang hidup di daerah dengan musim kering selama 3 bulan. Masa kering diperlukan sebelum dan sewaktu berbunga. Jika ditanam di daerah basah, tanaman mengalami banyak serangan hama dan penyakit serta gugur bunga/buah jika bunga muncul pada saat hujan.
Dengan eksisting lokasi seluas 1300x6 meter persegi bibit yang dibutuhkan adalah sebanyak 245 bibit tanaman dengan jarak tanam 8 meter(zigzag).
Kirimkan donasi anda berupa bibit pohon, pupuk, atau pendanaan untuk mensukseskan program penanaman 1 milyar pohon dan program pengembangan buah-buahan Indonesia
Subscribe to:
Posts (Atom)