Showing posts with label BKM. Show all posts
Showing posts with label BKM. Show all posts

Tuesday, July 20, 2010

BKM Sejahtera Mandiri

BKM SEJAHTERA MANDIRI Kelurahan Kebondalem berdiri sejak tahun 2003 beranggotakan 11 Orang membawahi UPS, UPE, UPL dan 1 Sekretaris BKM dengan Akta Notaris Werdi Lestari, S.H. Nomor 25 tanggal 15 Agustus 2003. BKM Periode 2006-2009 tercatat dengan Akta Notaris Makin Amin,S.H. Nomor 18 tanggal 9 april 2007. Periode 2010 – 2012 dengan akta notaries Tintin Sriyantini. S.H. Nomor 05 tanggal 21 April 2010.

Sejak berdiri pada tahun 2003, BKM Sejahtera Mandiri telah melayani masyarakat miskin terkait dengan penyelesaian masalah di bidang Sosial, Ekonomi dan Lingkungan. BKM melakukan kemitraan dengan berbagai pihak baik dari instansi pemerintah, swasta dan kelompok peduli lainnya untuk menyelesaikan semua permasalahan yang ada.

Pada tahun 2008 BKM Sejahtera Mandiri mendapatkan kepercayaan dari pemerintah pusat menjadi salah satu lokasi dari 18 lokasi di seluruh Indonesia sebagai PILOT PROJECT program Pengembangan Lingkungan Permukiman Berbasis Komunitas/Neighbourhood Development (PLP-BK/ND) PNPM Mandiri Perkotaan.

Program Pengembangan Lingkungan Permukiman Berbasis Komunitas/Neighbourhood Development (PLP-BK/ND) PNPM Mandiri Perkotaan di Kelurahan Kebondalem sudah berjalan 1 tahun. Berbagai kegiatan telah dilaksanakan oleh masyarakat sebagai bagian dari proses perencanaan partisipatif dalam rangka mewujudkan lingkungan permukiman yang lebih baik dan tertata telah selesai dilaksanakan dengan menghasilkan dokumen perencanaan yaitu Rencana pengembangan Permukiman (RPP) dan Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan (RTBL).

SENTRA PENGHASIL KELENGKENG

Pemanasan global dapat meningkatkan factor resiko penyakit yang dapat mengancam kesehatan manusia. Pemicu utama pemanasan global adalah meningkatnya emisi gas karbon, akibat dari penggunaan energy fosil (BBM, Batubara, dan sejenisnya). Daerah yang dapat menjadi penetral panas adalah daerah katulistiwa atau daerah yang masih banyak memiliki hutan tropis diantaranya : Indonesia, Brazil, dan Afrika Tengah.
Pembangunan berkelanjutan tidak hanya membangunan untuk kepentingan saat ini saja tapi juga memprhatikan keberlanjutan bagi anak cucu manusia. Seiring dengan itu pula warga Kebondalem Kendal mengharapkan pembangunan yang bermanfaat dan berkelanjutan. Sentra kelengkeng menjadi salah satu perencanaan pembangunan di kawasan Kali Reyeng. Selain sebagai penghijauan untuk mengurangi efek gas rumah kaca juga manjadi salah satu penghasilan untuk meningkatkan taraf perekonomian warga.

Tuesday, June 8, 2010

Tiga Desa Dapat Bantuan Rp 3 M

Semarang & Sekitarnya
14 Januari 2010
Tiga Desa Dapat Bantuan Rp 3 M
KENDAL- Tiga desa di Kendal, mendapat bantuan dana program neighbourhood development dari pemerintah pusat, masing-masing Rp 1 miliar. Dana itu untuk pengembangan lingkungan permukiman berbasis komunitas (PLPBK).

Ketiganya adalah Desa Kutoharjo Kecamatan Kaliwungu, Desa Plantaran (Kaliwungu Selatan), dan Desa Sidorejo (Brangsong). Setahun sebelumnya, bantuan untuk kegiatan yang akrab disebut Noto Deso ini juga telah dikucurkan untuk Kelurahan Kebondalem, Kecamatan Kendal Kota.

’’Dana Noto Desa atau ND itu, dimanfaatkan sesuai rencana tata letak bangunan dan lingkungan (RTBL) desa. Hasilnya, akan didapat lingkungan sehat, bersih produktif, dan memiliki karakter atau jatidiri,’’ ungkap Kepala Bappeda Kendal, Drs Soepardjan, kemarin.

Dana itu, antara lain akan dimanfaatkan membentuk badan pemberdayaan masyarakat (BKM) di kelurahan atau desa. Dengan begitu, memberi kemudahan modal pada masyarakat pelaku usaha, akses pembangunan, pendidikan, kesehatan, dan gizi. ’’Yang dimaksud pembangunan di sini adalah pembangunan fasilitas umum, meliputi sarana dan prasarana.’’

Soepardjan menjelaskan, ada tiga tahapan kegiatan akan dilaksanakan dalam pemanfaatan dana itu. Periode pertama, antara lain penguatan pendampingan, kapasitas kelembagaan, membentuk lembaga di desa/kelurahan, harmonisasi dan integrasi rencana. Misalnya, proses perencanaan pembuatan saluran air bersih, rencana pengembangan permukiman.
Pencairan Dana Periode kedua, praktik manajemen pembangunan oleh komunitas masyarakat, fasilitas promosi, mediasi, dan konsultan, dukungan program kegiatan dari pemerintah dan pihak lain, seperti swadaya masyarakat, serta bantuan swasta.
Periode ketiga antara lain manajemen pembangunan berkelanjutan secara mandiri, fasilitasi pembinaan oleh pemkab, monitoring dan supervisi.

’’Untuk Kelurahan Kebondalem yang mendapatkan bantuan dana ND 2009, pada 2010 ini memasuki periode kedua, karena setiap tahapan berlaku satu tahun. Pembangunan fisik, berada pada tahap kedua.’’

Ditambahkan, pencairan dana dilakukan bertahap, yakni periode pertama hingga tiga, masing-masing 20%, 50% dan 30%. ’’Pada setiap pelaksanaan tahapan itu, untuk tim fasilitasi dilibatkan tim teknis PLPBK. Untuk pengembangan dilakukan di tingkat kabupaten, di kecamatan oleh kelompok kerja. Adapun di tingkat desa oleh BKM.’’ (G15-56)
Sumber :
http://suaramerdeka.com