Showing posts with label sustainable development. Show all posts
Showing posts with label sustainable development. Show all posts

Tuesday, July 20, 2010

Proposal Pedestrian Kali Reyeng (penataan Sempadan kali)



KONSEP PEMBANGUNAN
Pembangunan Pedestrian Kali Reyeng adalah pemanfaatan area sepadan kali Reyeng. Konsep bangunannya sudah sesuai dengan peraturan dan tata kota Kendal. Karena itu dalam proses pembangunan akan melibatkan pemerintah daerah dan SKPD terkait.
Konsep pembangunannya adalah sebagai berikut :
1. Bangunan semi permanen di sepandan kali(aliran irigasi).
2. Green Architechture, yaitu menggunakan material terbarukan (bamboo). Dengan pengolahan khusus, bamboo dapat menjadi alternative bahan bangunan dengan usia yang cukup lama yaitu sekitar 30 tahun. Bambu adalah material yang terbarukan,dengan cepat sehingga tidak menimbulkan potensi penggundulan hutan.
3. Eco Friendly (Ramah Lingkungan).
a. Menggunakan energy ramah lingkungan/solar cell sebagai pembangkit listrik
b. Biopori sebaai usaha untuk konservasi tanah dan mengurangi banjir.
c. Penanaman pohon kelengkeng/sentra(mengurangi efek gas rumah kaca)
d. Recycle sampah, pada kawasan akan disediakan bank sampah dimana sampah masyarakat yang sudah dipilah-pilah bisa dikumpulkan dan diolah menjadiproduk yang layak jual.
4. Peningkatan taraf perekonomian warga, yaitu dengan diusahakannya menjadi sentra kelengkeng, pembangunan los PKL, dan aneka pagelaran dan pertunjukan seni oleh warga, otomatis akan menjadi alternative penghasilan bagi warga.
5. Penyediaan fasilitas social gratis, diantaranya polindes, taman baca, youth center, taman bermain, MCK, plaza rakyat, panggung rakyat dll, sebagai sarana kesehatan dan aktifitas warga.

SENTRA PENGHASIL KELENGKENG
Pemanasan global dapat meningkatkan factor resiko penyakit yang dapat mengancam kesehatan manusia. Pemicu utama pemanasan global adalah meningkatnya emisi gas karbon, akibat dari penggunaan energy fosil (BBM, Batubara, dan sejenisnya). Daerah yang dapat menjadi penetral panas adalah daerah katulistiwa atau daerah yang masih banyak memiliki hutan tropis diantaranya : Indonesia, Brazil, dan Afrika Tengah.
Pembangunan berkelanjutan tidak hanya membangunan untuk kepentingan saat ini saja tapi juga memprhatikan keberlanjutan bagi anak cucu manusia. Seiring dengan itu pula warga Kebondalem Kendal mengharapkan pembangunan yang bermanfaat dan berkelanjutan. Sentra kelengkeng menjadi salah satu perencanaan pembangunan di kawasan Kali Reyeng. Selain sebagai penghijauan untuk mengurangi efek gas rumah kaca juga manjadi salah satu penghasilan untuk meningkatkan taraf perekonomian warga.

PROMOSI DAN PUBLIKASI
Promosi dan publikasi yang dilakukan untuk Kegiatan ini adalah :
1. Pemasangan Spanduk
2. Penyebaran leaflet/selebaran
3. Sticker
4. X-Banner, poster(pameran)
5. Kaos / t-shirt
6. Koran
7. Radio
8. TV
9. Bulletin
10. Website  http://nd-kebondalem.co.cc
11. Blog  http://kebondalem-noto-deso.blogspot.com





PENAWARAN SPONSORSHIP DAN KERJASAMA
Pembangunan Fisik
a. 1 sponsor utama senilai Rp. 200.000.000 atau senilai bangunan fisik dan perlengkapan yang setara*
• Penempatan logo/produk dan tag line perusahaan di sculpture pintu utama masuk kawasan pembangunan kali reyeng
• Pembangunan monumen di depan bangunan fisik yang dibangun.
• Penempatan 3 logo/produk dan tagline perusahaan di bawah lampu penerangan disepanjang Kali Reyeng
• Penempatan logo/produk perusahaan di website kebondalem.
b. Sponsor pendukung senilai Rp. 50.000.000 atau senilai bangunan fisik dan perlengkapan yang setara*
• Pembangunan monumen di depan bangunan fisik yang dibangun.
• Penempatan 3 logo dan tagline perusahaan di bawah lampu penerangan disepanjang Kali Reyeng
• Penempatan logo/produk perusahaan di website kebondalem.
c. Sponsor pemeriah senilai Rp.10.000.000 atau senilai bangunan fisik dan perlengkapan yang setara*
• Penempatan 3 logo dan tagline perusahaan di bawah lampu penerangan disepanjang Kali Reyeng
• Penempatan logo/produk perusahaan di website kebondalem.

d. Pemasangan umbul-umbul semua sponsor pada hari peresmian kawasan.
e. Kami juga menerima dana sponsorship untuk kegiatan dalam rangka pemasaran, merchandise, hadiah, sembako, dairy product, consumer goods dan lain2 yang dibagikan kepada mayarakat miskin dan relawan.
*Kami bisa fleksibel dengan penawaran diatas, karena ini adalah bersifat nonprofit dan sepenuhnya pemberdayaan masyarat untuk pengentasan kemiskinan.
KEUNTUNGAN SPONSORSHIP
1. Penyelenggara / warga
a. Mendapatkan sokongan dana dari instansi pemerintah, swasta maupun individu.
b. Mendapatkan dukungan secara langsung maupun tidak langsung dari sponsor.
c. Mampu berkembang dari keterpurukan kemiskinan untuk mengusahakan sendiri kelayakan hidupnya.
d. Memfasilitasi cita-cita dan mimpi warga dan mayarakat miskin untuk belajar, berkarya dan mengurangi kesenjangan informasi dan pengetahuan

2. Mitra / Sponsor
a. Sebagai bentuk Corporate Social Responsibility (CSR) Sponsor untuk lingkungan dan masyarakat.
b. Membangun simpati masyarakat kepada Sponsor yang dapat menunjang terbentuknya reputasi dan citra positif Sponsor di mata public.
c. Mengokohkan eksistensi mitra / Sponsor di khususnya di Kendal di tengah-tengah persaingan yang semakin ketat pada era globalisasi.
d. Merealisasikan cita-cita dan mimpi warga dan mayarakat miskin untuk belajar, berkarya dan mengurangi kesenjangan informasi dan pengetahuan
e. Mengenalkan berbagai produk Mitra / Sponsor pada masyarakat.
f. Secara tidak langsung mendapatkan timbal balik dari masyarakat ketika masyarat taraf hidupnya meningkat, wawasan teknologi meningkat, maka pemenuhan kebutuhan consumer goods, pembangunan rumah, internet, komunikasi, transportasi dan perbankan juga meningkat
g. Merupakan promosi berkelanjutan yaitu dengan pembangunan monument dan penempatan promosi di kawasan, karena program ini merupakan program non profit dan diolah sepenuhnya oleh warga untuk kepentingan warga.

PLOTTING PENGUNJUNG KALI REYENG
1. Warga Kota Kendal dan Kebondalem sebagai aktifitas social yang gratis, setiap hari sabtu-minggu dan hari libur kawasan kali Reyeng sudah ramai dengan pengunjung karena adanya stadion yang digunakan warga sebagai tempat berolahraga.
2. Seluruh warga Indonesia dengan diaktifkannya stadion oleh pemerintah kota otomatis kegiatan olah raga tingkat daerah maupun pusat bisa diselenggarakan di stadion yang letaknya di depan pembangunan kawasan prioritas.
3. Kawasan wisata pendidikan, yaitu mahasiswa maupun siswa-siswi sekolah bisa melakukan study banding di kawasan dengan konsep pembangunan berkelanjutan melalui program partisipatif pemberdayaan masyarakat. (New Concept)
4. Sebagai rujukan atau study banding 225 kelurahan yang lain karena Kelurahan Kebondalem merupakan 1 dari 18 Kelurahan di Indonesia yang mendapatkan kepercayaan sebagai project percontohan pemberdayaan masyarakat miskin.
5. Kawasan kampong wisata, dalam jangka panjang akan dikembangkan sebagai kawasan kampong wisata.


PRODUK YANG DIHARAPKAN :
a. Terciptanya Ruang Terbuka Hijau (RTH) disepanjang Pedestrian Kali Reyeng sehingga secara fisik menciptakan keindahan lingkungan serta meningkatkan tingkat peresapan air sehingga mengurangi bahaya akibat banjir.
b. Terciptanya lingkungan pemukiman yang mempunai daya serap air tinggi karena masing-masing hunian menerapkan biopori di lingkungannya sehingga terjadi peningkatan kualitas lingkungan.
c. Terbentuknya ruang komunikasi social bagi warga masyarakat kelurahan Kebondalem.
d. Adanya peningkatan ekonomi bagi masyarakat karena adanya peluang pengembangan ekonomi berupa pembuatan kompos, dan usaha mengembangkan potensi ekonomi kerakyatan.
KEBERLANJUTAN PROPOSAL PASCA PELAKSANAAN (TAHAP PENGEMBANGAN DAN PEMELIHARAAN)
A. Jangka Pendek
a. Pengelolaan dan pemanfaatan Ruang Terbuka Hijau(RTH) sepandan Kali Reyeng oleh masyarakat (forum peduli lingkungan) untuk peningkatan kualitas lingkungan, peningkatan perekonomian dan kehidupan social.
b. Sebagai tempat wisata pendidikan maupun agricultural karena kelurahan Kebondalem merupakan 1 dari 18 kelurahan di Indonesia yang menjadi project percontohan bagi 225 Kelurahan yang lain, dan masih akan berkembang lagi jika Project ini dinilai berhasil dan efektif dalam upaya pengentasan kemiskinan di Indonesia.
c. Sebagai kawasan kampong wisata, dengan memanfaatkan potensi pemberdayaan warga yang ada.
d. Pemeliharaan biopori oleh masyarakat.
e. Pengelolaan limbah terpadu oleh masyarakat.
f. Pengelolaan sampah terpadu.
B. Jangka Menengah/Panjang
a. Pembangunan Rusun sebagai upaya relokasi warga yang berada di bantaran kali reyeng
b. Pembangunan CBD(Central Bussines Ditrict) untuk lebih meningkatkan perekonomian warga Kendal pada umumnya dan warga Kelurahan Kebondalem umumnya.
c. Pembangunan kampung wisata, menjadikan kawasan sebagai tujuan wisata.
d. Pembangunan dan penataan Street View untuk lebih memperindah dan mempercantik kawasan.

Tuesday, June 8, 2010

Tiga Desa Dapat Bantuan Rp 3 M

Semarang & Sekitarnya
14 Januari 2010
Tiga Desa Dapat Bantuan Rp 3 M
KENDAL- Tiga desa di Kendal, mendapat bantuan dana program neighbourhood development dari pemerintah pusat, masing-masing Rp 1 miliar. Dana itu untuk pengembangan lingkungan permukiman berbasis komunitas (PLPBK).

Ketiganya adalah Desa Kutoharjo Kecamatan Kaliwungu, Desa Plantaran (Kaliwungu Selatan), dan Desa Sidorejo (Brangsong). Setahun sebelumnya, bantuan untuk kegiatan yang akrab disebut Noto Deso ini juga telah dikucurkan untuk Kelurahan Kebondalem, Kecamatan Kendal Kota.

’’Dana Noto Desa atau ND itu, dimanfaatkan sesuai rencana tata letak bangunan dan lingkungan (RTBL) desa. Hasilnya, akan didapat lingkungan sehat, bersih produktif, dan memiliki karakter atau jatidiri,’’ ungkap Kepala Bappeda Kendal, Drs Soepardjan, kemarin.

Dana itu, antara lain akan dimanfaatkan membentuk badan pemberdayaan masyarakat (BKM) di kelurahan atau desa. Dengan begitu, memberi kemudahan modal pada masyarakat pelaku usaha, akses pembangunan, pendidikan, kesehatan, dan gizi. ’’Yang dimaksud pembangunan di sini adalah pembangunan fasilitas umum, meliputi sarana dan prasarana.’’

Soepardjan menjelaskan, ada tiga tahapan kegiatan akan dilaksanakan dalam pemanfaatan dana itu. Periode pertama, antara lain penguatan pendampingan, kapasitas kelembagaan, membentuk lembaga di desa/kelurahan, harmonisasi dan integrasi rencana. Misalnya, proses perencanaan pembuatan saluran air bersih, rencana pengembangan permukiman.
Pencairan Dana Periode kedua, praktik manajemen pembangunan oleh komunitas masyarakat, fasilitas promosi, mediasi, dan konsultan, dukungan program kegiatan dari pemerintah dan pihak lain, seperti swadaya masyarakat, serta bantuan swasta.
Periode ketiga antara lain manajemen pembangunan berkelanjutan secara mandiri, fasilitasi pembinaan oleh pemkab, monitoring dan supervisi.

’’Untuk Kelurahan Kebondalem yang mendapatkan bantuan dana ND 2009, pada 2010 ini memasuki periode kedua, karena setiap tahapan berlaku satu tahun. Pembangunan fisik, berada pada tahap kedua.’’

Ditambahkan, pencairan dana dilakukan bertahap, yakni periode pertama hingga tiga, masing-masing 20%, 50% dan 30%. ’’Pada setiap pelaksanaan tahapan itu, untuk tim fasilitasi dilibatkan tim teknis PLPBK. Untuk pengembangan dilakukan di tingkat kabupaten, di kecamatan oleh kelompok kerja. Adapun di tingkat desa oleh BKM.’’ (G15-56)
Sumber :
http://suaramerdeka.com

Wilayah Kebondalem Akan Ditata

SM Cetak - Semarang & Sekitarnya
10 Desember 2009
Wilayah Kebondalem Akan Ditata
KENDAL- Bank Dunia memberikan dukungan terhadap hasil perencanaan penataan ruang mengenai pembangunan di Kelurahan Kebondalem, Kendal.
Perencanaan tersebut dibuat oleh tim inti partisipasi, serta masyarakat setempat di bawah kendali Bappeda Pemkab bersama satuan kerja perangkat daerah (SKPD) terkait.

’’Sesuai dengan rekomendasi Pemkab, fokus rencana pembangunan di Kebondalem harus bisa memberikan wujud konkret bagi masyarakat setempat. Artinya, pembangunan tersebut dapat bermanfaat bagi masyarakat. Misalnya, penataan Sungai Reyeng, pelebaran jalan yang nantinya bisa digunakan aktivitas bagi warga,’’ kata Perwakilan Bank Dunia Dayu Indira didampingi Konsultan manajemen pusat Widjan Winarko seusai mengikuti rapat koordinasi di Bappeda, kemarin.

Dia mengemukakan, untuk pencapaian program tersebut, yang diperlukan antara lain adalah dukungan politis dan penganggaran dari pemerintah daerah serta DPRD.

Sebab, pembangunan wilayah ini awalnya didanai secara stimulan lewat program neighbourhood development atau lebih akrab disebut noto deso (ND).
Untuk keperluan perencanaan penataan ruang dan pembangunan itu, tim program nasional pemberdayaan masyarakat (PNPM) Mandiri Perkotaan telah menyosialisasikan melalui beberapa kegiatan dan memasang dua baliho besar berisi rencana pengembangan permukiman (RPP) yang dipasang di depan Stadion Utama Kebondalem.
Dana Rp 1 M Dalam RPP tersebut antara lain dijelaskan, pusat kegiatan berada di depan stadion. Nantinya Jl Stadion-Gor Bahurekso Kendal akan direncanakan untuk area perdagangan, pembangunan rumah susun di lahan Pemkab samping SMPN 1 Kendal, kampung wisata di wilayah RW 6 dengan dilengkapi danau buatan, perdagangan industri rumahan, serta yang utama adalah melakukan kegiatan penghijauan.

Sehubungan dengan rencana kegiatan tersebut, Kebondalem beberapa waktu lalu mendapat bantuan dana Rp 1 miliar untuk program pengembangan lingkungan berbasis komunitas (PLPBK).

’’Sejauh ini kami telah menerima dana Rp 700 juta. Sebanyak Rp 300 juta di antaranya akan dimanfaatkan untuk pelatihan, penataan tata-ruang, dan perencanaan pembangunan. Adapun Rp 700 juta rencananya akan dicoba untuk membangun infrastruktur pendukung aktivitas, seperti pembangunan di bidang pariwisata, ’’ papar Hadi Purwanto, Ashop Urban Planner PNPM didampingi Koordinator PNPM Nunuk Zenubia. (G15-37)
sumber :
http://m.suaramerdeka.com